Peranan Empu Kuturan Dalam Perubahan Di Bali

Maharsi yang terkenal di kerajaan airlangga, yaitu Mpu Bharadah dan Empu Kuturan. Kedua Empu ini telah menawarkan sebuah jalan tengah bagi berbagai pandangan agama ketika itu. Mpu Bharadah dalam karyanya Calon Arang, mengajarkan perpaduan antara jalan duniawi (gelap) dan jalan spiritual ( terang). Dua ajaran ini ditarik ke tengah oleh Empu Bharadah sehingga menjadi tidak terlalu ekstrim. Pengusung jalan duniawi juga di harapkan memeperhatikan kehidupan spiritual. Sebab tanpa kehidupan ini, mereka tidak akan menemukan kebahagiaan. Demikian juga mereka yang menempuh jalan spiritual, mesti memeperhatikan kehidupan duniawi.

Sementara Empu Bharadha berkutat dengan teologi jalan tengah, Mpu Kuturan justru turun ketengah-tengah masyarakat beliau mempraktekkan jalan tengah (madyatmika) tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kebetulan ketika itu, jawa-bali merupakan sebuah kerajaan bersaudara. Kerajaan jawa dipimpin oleh Airlangga, putra Udayana Warmadewa yang menjadi raja di Bali. Karena itu, beliau mudah mendapatkan tempat terhormat di bali., untuk kehidupan masyarakat bali yang konon belum tenang ketika itu. Akhirnya, beliau datang ke Bali pada Buda Kliwon Pahang 923 caka. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar